Intensitas hujan yang tinggi memicu terjadinya banjir di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Camat Entikong, Yulius Eka Suhendra menyampaikan bahwa beberapa kawasan yang terdampak meliputi Desa Suruh Tembawang, Desa Pala Pasang, serta Desa Entikong.

“Curah hujan cukup tinggi sehingga berdampak banjir di beberapa desa, seperti Desa Suruh Tembawang, Pala Pasang, dan juga Desa Entikong,” kata Yulius, pada Jumat (9/1/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan awal, tinggi genangan air di beberapa lokasi dilaporkan telah melampaui satu meter. Pemerintah kecamatan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) juga telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan kondisi serta memastikan kesiapan langkah penanganan banjir.

“Kami bersama Forkopimcam, ada Kapolsek, Danramil, serta Pamtas, sudah mengecek langsung situasi di lapangan,” ucap Yulius.

Yulius menuturkan, data sementara mencatat sekitar 30 kepala keluarga terdampak akibat banjir tersebut. Salah satu titik dengan genangan terparah berada di Jalan Pak Tangker, di mana ketinggian air telah melebihi satu meter.
“Informasi awal sekitar 30 KK yang sudah terdampak, dan pagi ini di Jalan Pak Tangger ketinggian air sudah di atas satu meter,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menyebutkan bahwa jalur penghubung antar desa hingga kini masih dapat dilalui. Namun, akses dari desa menuju dusun di wilayah Desa Pala Pasang dilaporkan sudah terputus akibat genangan air.
“Untuk antar desa masih aman, tetapi akses dari desa ke dusun, terutama di Pala Pasang, sudah tertutup air dan mulai masuk ke pemukiman,” jelas Yulius.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan serta memanfaatkan sarana yang tersedia, termasuk perahu milik warga, untuk membantu proses evakuasi jika dibutuhkan. Menurutnya, pemindahan warga ke lokasi yang lebih aman akan dilakukan apabila curah hujan terus tinggi dan ketinggian air semakin bertambah.

“Kalau hujan terus tinggi dan air semakin naik, mau tidak mau kita harus lakukan evakuasi ke daerah yang lebih tinggi, seperti jalur gudang atau rumah betang yang bisa difungsikan sebagai tempat penampungan,” katanya.

Sumber: Agus Alfian
Publisher: Dionisa Bilqis Gusnisar