Pemerintah Kota Pontianak bersama Dekranasda kembali mendorong perajin lokal memperluas pasar melalui ajang The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026.

Pameran yang diselenggarakan ASEPHI ini menargetkan transaksi ritel Rp102,5 miliar serta kontrak dagang hingga US$1,5 juta. INACRAFT juga menargetkan 100.000 pengunjung, termasuk pembeli dari berbagai negara.

Mewakili Wali Kota Pontianak, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Pontianak Yusnaldi mengatakan, keikutsertaan Pemkot merupakan upaya meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal serta membuka peluang pasar nasional dan internasional.

“Dengan jumlah pengunjung yang besar, perajin memiliki kesempatan luas memasarkan produknya hingga ke pasar global,” ujarnya di stan Pemkot Pontianak, pada Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, produk yang ditampilkan telah melalui proses kurasi agar kualitas tetap terjaga. Berbagai kerajinan khas Pontianak dipamerkan, seperti motif corak insang, tas etnik, aksesoris, dan produk kriya lainnya.

Pengunjung dapat melihat langsung produk tersebut di Paviliun Kalimantan Barat Assembly Hall No. 75.

Yusnaldi berharap, keikutsertaan ini dapat meningkatkan minat pembeli dan membuka peluang kerja sama berkelanjutan bagi perajin Pontianak. (**) 

Publisher : Aprilia Tika Anggitia